APHP AGRIBISNIS PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (Tugas 4 - Semester 1)
Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
(APHP) adalah satu kompetensi keahlian di Sekolah Negeri Kejuruan yang meliputi kemampuan Mengenal Komoditas Hasil Pertanian, Menerapkan Dasar Pengolahan Dan Pengawetan Bahan Hasil Pertanian, Mengolah Bahan Hasil Pertanian Menjadi Produk Olahan, Memahami Konsep Pengendalian Mutu Bahan Hasil Pertanian, Mengelola Usaha Mandiri Pengolahan Hasil Pertanian Dan Menerapkan Prosedur Produksi Yang Baik (GMP).
Serta Pemahaman K3LH, Sanitasi Dan Pengelolaan Limbah.
Mata pelajaran atau materi yang dipelajari selain mata pelajaran wajib, siswa mengikuti kegiatan-kegiatan penajaman belajar sesuai dengan minatnya pada program kaeahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, meliputi :
a. Dasar Bidang Keahlian:
- Simulasi dan Komunikasi Digital
b. Dasar Program Keahlian:
- Dasar Penanganan Bahan Hasil Pertanian,
- Dasar Proses Pengolahan Hasil Pertanian,
- Dasar Pengendalian Mutu Hasil pertanian
c. Kompetensi Keahlian:
- Produksi Pengolahan Hasil Nabati,
- Produksi Pengolahan Hasil Hewani,
- Produksi Pengolahan Komoditas Perkebunan dan Herbal,
- Keamanan Pangan, Penyimpanan, dan Penggudangan,
- serta Produk Kreatif dan Kewirausahaan.
Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan berbasis produksi, menekankan pada keterampilan untuk menghasilkan barang atau jasa, dengan semangat wirausaha, berorentasi lingkungan dan masa depan yang mendorong program keahlihan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif.
agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian mengajarkan untuk berwirausaha dengan menggunakan ilmu pengetahuan, Agar siswa-siswi mampu menambah kreativitas dan peluang baru untuk masa depannya.
Agribisnis pengolahan hasil pertanian atau biasa disingkat dengan APHP merupakan kompetensi keahlian yang mempelajari bagaimana pengolahan hasil tani hingga menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi, termasuk bagaimana penjualan produk tersebut. Di Indonesia, kompetensi keahlian ini sebenarnya sangat diperlukan. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang kaya akan potensi hasil pertanian.
Sayangnya, kompetensi bidang APHP cenderung kalah pamor. Jika melihat laporan data pokok pendidikan (Dapodik) 2021, profil lulusan SMK di Indonesia lebih didominasi dari bidang keahlian teknologi informasi dan komunikasi, serta teknologi dan rekayasa. Padahal, peluang dan masa depan APHP juga cukup menjanjikan.
Lulusan APHP juga bisa bekerja di industri pertanian, pengolahan makanan, atau berwirausaha sendiri. Kalau siswa akan melanjutkan juga sangat bisa untuk mendapatkan peluang baru.
Di jurusan ini, soft skills dan hard skills siswa akan diasah. Untuk hard skills misalnya, terkait dengan berbagai teknik dan cara pengolahan hasil pertanian, seperti fermentasi, suhu tinggi, dan suhu rendah, hingga menjadi produk. Atau, belajar bagaimana pengolahan pascapanen agar produk panen lebih baik, awet, dan sebagainya.
Sementara soft skills berkaitan dengan kewirausahaan, pemasaran, dan kreativitas siswa. Para siswa, lanjut Umi, juga akan mendapatkan materi soal kewirausahaan dan praktik pengolahan hasil pertanian. Misalnya, bagaimana mengolah talas menjadi aneka kue kering sehingga nilai jual umbi talas menjadi lebih tinggi.
Dengan kompetensi yang diajarkan tersebut, setelah lulus siswa memiliki cukup bekal untuk bekerja ataupun untuk berwirausaha. Jadi, masih kurang tertarik dengan APHP? (Diksi/Nan/AP/NA)
Sumber dari:





Komentar
Posting Komentar